Dapatkan kesempatan mengikuti kuis menarik, bermain games seru dan berlangganan newsletter Hydro dengan REGISTRASI sebagai anggota Hydro. Kamu juga bisa gunakan akun facebook kamu untuk login
Legenda Di balik Perayaan Imlek
Beberapa bulan lalu, kakak saya menikahi seorang pria Tionghoa. Oleh sebab itu, untuk pertama kalinya, tahun ini saya ikut menghadiri perayaan Imlek yang diadakan di rumah mereka. Seperti halnya hari raya keagamaan, Imlek menjadi kesempatan yang baik untuk berkumpul dengan keluarga. Bedanya, perayaan Imlek biasanya identik dengan warna merah, pertunjukkan barongsai, serta petasan.
Mengingat dan menyadari bahwa keluarga istrinya bukan berasal dari etnis yang sama, kakak ipar saya pun berinisiatif untuk menceritakan asal mula perayaan Imlek--yang ternyata berdasarkan sebuah legenda klasik negeri Cina.
Alkisah, di salah satu desa di negara Cina, terdapat seekor hewan buas yang disebut Nian. Hewan tersebut berbadan besar dan buas menyerupai singa. Uniknya, tubuh Nian bersisik emas. Nian muncul setiap akhir tahun ke desa itu dan membuat penduduk desa gemetar ketakutan. Nian memakan apa saja yang ditemuinya, dari hasil panen, binatang ternak, bahkan manusia. Oleh karena itu, pada hari kemunculan Nian di awal tahun, penduduk desa biasanya meletakkan makanan di depan pintu rumah mereka untuk hewan pemangsa tersebut.
Pada suatu hari, ada sekelompok anak kecil yang bermain-main pada hari kemunculan Nian. Mereka lupa kalau Nian akan datang di saat itu. Dengan asyiknya, mereka menyalakan petasan. Entah mengapa, Nian tidak berani mendekati salah seorang anak yang memakai baju berwarna merah. Dia hanya berani mendekati anak-anak dengan baju berwarna lain. Untunglah, pada saat Nian mendekat, petasan-petasan ramai meledak. Nian berlari lintang pukang menuju hutan dan bersembunyi selama setahun penuh.
Penduduk desa pada akhirnya tahu kelemahan Nian. Hewan pemangsa itu takut dengan suara petasan dan warna merah. Sejak saat itu, penduduk desa mengatur siasat agar Nian tidak datang dan memangsa orang-orang desa. Setiap tanggal 1 dan bulan 1 kalender Cina, mereka selalu mengenakan pakaian berwarna serba merah. Di depan rumah-rumah mereka, dipasanglah rentetan petasan, lentera dan gulungan kertas berwarna merah menyala. Penduduk desa juga serentak bersembahyang untuk memohon perlindungan. Sebagai tambahan, mereka membagikan angpao untuk membuang sial, serta menarik rezeki dan keselamatan. Adat pengusiran Nian setiap awal tahun tersebut pada akhirnya berkembang menjadi perayaan Imlek.
Cukup seru ya ceritanya? Sambil menikmati kue keranjang (salah satu cemilan khas yang dihidangkan saat Imlek), kakak ipar saya melanjutkan obrolan seputar Imlek tahun ini. “Mulai 23 Januari 2012, kita masuk ke tahun 2563 dalam kalender Cina. Tahun ini adalah tahun Naga Air,” ujar kakak ipar saya. Koh Ferry—begitu saya biasa memanggil kakak ipar saya ini—lalu menjabarkan makna dari tahun naga air.
Batang langit yang berunsur air dan cabang bumi yang berunsur tanah pada tahun ini memiliki hubungan yang tidak harmonis, ditambah lagi dengan naga yang bersifat galak. Maka diprediksi di tahun naga air ini, alam akan menjadi lebih ganas. Kemungkinan bencana alam yang bersifat air dan tanah seperti banjir dan gempa akan terjadi. (Sumber: http://www.paranormalindonesia.info/2012/01/peruntungan-feng-shui-naga-air-tahun.html)
Di sisi lain, naga melambangkan kekuatan, kesuksesan, dan kewibawaan. Dalam situs findyourfate.com disebutkan bahwa orang-orang yang lahir di tahun naga dipercaya memiliki sifat berwibawa, giat, berani, bersemangat, dan biasanya sukses dengan mudah tanpa banyak usaha keras. Meskipun memiliki kelemahan yakni cepat marah, orang ber-shio naga ternyata bersifat murah hati dan siap untuk membantu orang lain saat membutuhkan. Mereka juga cenderung untuk menyendiri, tetapi siap mengambil segala macam risiko dalam hidup.
Tahun naga air diprediksi sebagai tahun yang gemilang dan menjanjikan kesuksesan di semua bidang. Banyak jenis usaha yang dimulai pada tahun naga air biasanya mengalami kesuksesan. Diprediksi pula pada tahun naga ini akan muncul sosok pemimpin atau penguasa yang tegas dan penuh wibawa. Ditambah lagi dengan unsur air yang melingkupinya akan menyapu habis segala bentuk ketidakadilan.
Optimis namun tetap menjaga kewaspadaan, kelihatannya menjadi pegangan yang baik untuk setiap orang di tahun ini. “Terlepas dari tahun naga sebagai simbol keberuntungan atau kebahagiaan, kita tetap harus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut,” tegas Koh Ferry. “Misalnya untuk yang menginginkan kesehatan yang baik di tahun ini, ya harus olahraga secara rutin serta mengatur pola makan,” tambah Koh Ferry lagi. “salah satunya dengan rajin minum HYDRO yang kaya vitamin dan mineral, jadi nggak gampang sakit deh!” ujarnya sambil melirik dan tersenyum ke arah saya.
Sungguh hari itu menjadi pengalaman baru yang spesial bagi saya dan keluarga. Jika saya saja begitu terbawa dalam keceriaan Imlek, apalagi sobat HYDRO yang merayakannya, ya? Semoga kesehatan dan kemakmuran menjadi milik kita semua. Gong xi fa cai sobat HYDRO!
Registrasi PF CUP 2012 , Kompetisi Nasional Futsal
Hydro dan Planet Futsal mengadakan kompetisi Futsal skala Nasional di 6 (enam) kota. Disetiap center masing-masing akan bertanding 32 team yang akan dipilih 1 juara untuk dikirim ke Grand Final di Jakarta. Untuk Pendaftaran silahkan…

Air Kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, Badan Dunia WHO menyebut air kelapa sebagai Fluid of Life . Journal of Physiological Anthropology & Applied Human Science menyebutkan, air kelapa merupakan minuman dehidrasi terbaik dibanding air mineral murni. Segala kebaikan ini, kini hadir dalam HYDRO.







